29/06/2005

Dua Ibu, Sapardi dan Blog

Sapardi dan Dua Perempuan Penikmat Puisi*

IRAMA hujan yang turun di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, seakan menjadi musik pembuka bagi musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Dua Ibu, Kamis (23/6) malam. Seperti suatu kesengajaan, malam itu hujan tiba-tiba turun dengan deras sebelum akhirnya mereda, sesaat sebelum kedua perempuan itu membawakan lagu berjudul Hujan Bulan Juni

sebagai lagu pertama mereka.

Malam itu 11 puisi karya penyair Sapardi Djoko Damono diubah menjadi nyanyian indah oleh Dua Ibu, Reda Gaudiamo dan Tatyana, serta dikompilasikan dalam album berlabel Gadis Kecil. Kesebelas lagu tadi dibawakan dalam nuansa kenduri kecil sebagai syukuran atas rampungnya album Gadis Kecil yang dikemas dalam bentuk CD.

Pementasan musikalisasi puisi kali ini diawali pembacaan dua puisi oleh sang penyair sendiri bertajuk Dalam Doaku serta puisi Pada Suatu Hari Nanti yang dibacakan AGS Arya Dipayana. Sebelas judul lagu yang berasal dari kumpulan puisi Hujan Bulan Juni (Grasindo 1995) serta kumpulan sajak Perahu Kertas (Balai Pustaka 1983) antara lain Hujan Bulan Juni, Dalam Bis, Hatiku Selembar Daun, Aku Ingin, dan Gadis Kecil.

Pengunjung serta undangan tampak begitu menikmati dan larut dalam lagu yang dibawakan dua perempuan penikmat puisi serta suka menyanyi yang diiringi musik akustik apik yang dibawakan oleh Umar, Jubing, Bujel, Heru dan Henry. Tak heran saat lagu terakhir selesai, pengunjung masih belum puas dan meminta Dua Ibu kembali menyanyikan lagunya.

Tatyana yang akrab dipanggil Nana menuturkan, peluncuran album lagu puisi ini adalah sebuah usaha untuk memperkenalkan dunia sastra pada masyarakat luas. Saat ini dunia sastra mengalami cukup banyak kemajuan, namun puisi sebagai satu sisi dari sastra belum begitu dikenal akrab, khususnya oleh kalangan muda. "Meski banyak penyair bermunculan, apresiasi terhadap puisi belum sekuat dan sehebat penghargaan terhadap prosa," tutur Nana.

Musikalisasi puisi merupakan upaya agar puisi jadi lebih hidup dan dapat diterima masyarakat umum. Pada saat yang sama Sapardi sendiri mengungkapkan musik itu sebenarnya adalah puisi. Misalnya saja tembang Jawa yang merupakan puisi yang dinyanyikan, ataupun karya puisi Eropa juga banyak yang digubah menjadi suatu karya musikal.

-

Popularitas puisi.

Sapardi mengakui sangat menyambut positif dan mendukung usaha menyebarluaskan puisi kepada umum. "Saat ini popularitas puisi masih berada jauh di bawah popularitas musik, dan perlu terus diperkenalkan lebih akrab kepada masyarakat luas," ujar Sapardi.

Sebelumnya puisi-puisi Sapardi pernah dimunculkan dalam bentuk lagu.

Album Hujan Bulan Juni pernah direkam dalam bentuk kaset pada tahun 1990, dan mendapat sambutan luar biasa ketika 2.500 kopi habis terjual dalam waktu seminggu serta kembali habis saat diperbanyak 1.500 kopi pada tahun 1996. Hal yang sama terjadi pula pada peluncuran album Hujan Dalam Komposisi (1996). Reda dan Tatyana pun turut terlibat dalam kedua musikalisasi puisi Sapardi tersebut.

Fenomena blog (jurnal online) dan kemunculan komunitas

bloggers tanah air yang semakin marak ternyata turut mendorong peluncuran album Gadis Kecil. Nana dan Reda mengatakan sangat terpacu oleh banyaknya blog yang sangat mengharapkan munculnya kembali lagu-lagu puisi Sapardi. Diawali dengan googling (melakukan pencarian di situs google) mengenai karya mereka, mereka menemukan bahwa ternyata banyak kalangan yang mencari, mengharapkan, dan menunggu kembali karya musikalisasi puisi Sapardi.

Setiap membuka halaman blog dan berinteraksi dengan para

blogger yang membahas karya mereka, Dua Ibu seakan mendapat tambahan dorongan dan suntikan semangat untuk merampungkan album Gadis Kecil yang dikerjakan hampir selama tiga tahun.

"Setiap kali semangat turun, kami baca lagi blog-mu. Langsung kaki ringan dan siap lari lagi!" demikian Reda menulis komentar pada sebuah blog yang membahas musikalisasi puisi mereka.

Selain menyanyi dan menyukai puisi, kedua ibu ini telah membukukan karya cerpen mereka. Nana telah meluncurkan kumpulan cerpen Jakarta Kafe dan Single Mom's Day Out. Sementara Reda telah menerbitkan kumpulan cerpen Bisik-bisik.

Sama seperti dua album sebelumnya, sebagian besar musik pada album ini digubah oleh Umar Muslim. Pada album ini Sapardi tidak melakukan interupsi barang sedikit pun. Seluruh gubahan sepenuhnya merupakan hasil dari interpretasi puisi. Hingga pemilihan judul puisi yang dipilih menjadi lirik pun Sapardi tidak turut serta. "Keberadaan saya hanya sebagai penyair yang menciptakan puisi yang mereka angkat menjadi lagu, tak lebih dari itu," tutur pria yang malam itu mengenakan topi pet berwarna gelap.

Rencananya Dua Ibu akan kembali mementaskan lagu-lagu dalam album Gadis Kecil 20 Juli nanti di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Nana menyebutkan, CD Gadis Kecil yang diproduksi sendiri oleh Dua Ibu ini untuk sementara hanya bisa diperoleh di Warung Apresiasi Bulungan serta Toko Buku Jose Rizal di TIM
(Intan Juita)

* dimuat di Media Indonesia 27 Juni 2005
dengan perubahan judul oleh pengedit...
hiks.... padahal gue maunya tetap berjudul Dua Ibu, Sapardi dan Blog

how about you guys...?
judulnya mendingan mana??

19:30 Posted in Music | Permalink | Comments (0) | Email this

The comments are closed.